Langsung ke konten utama

Isu “Kudeta Politik” Prabowo oleh Gibran Mengemuka: Bermula dari Candaan Kaesang hingga Prediksi Rocky Gerung

ilustrasi. sumber foto: chatgpt.com Isu mengenai kemungkinan Presiden Prabowo Subianto akan “dikudeta” oleh wakil presidennya, yaitu Gibran Rakabuming Raka pada tahun 2029,  muncul ke permukaan pada saat dimana setelah pernyataan Kaesang Pangarep dalam sebuah podcast YouTube, channel miliknya yaitu "Kaesang Pangarep by GK Hebat". Video tersebut viral di media sosial, dimana podcast tersebut saat itu dipandu oleh Kiki dan bintang tamu oleh Bobon Santoso, mulanya percakapan berlangsung santai dan banyak mengundang tawa, akan tetapi dalam podcastnya itu, Kaesang secara tidak sengaja melontarkan kalimat yang seolah-olah menyiratkan bahwa adiknya kelak akan menjadi wakil presiden dan berpotensi “mengambil alih” kekuasaan dari Prabowo. Diketahui, percakapan ini terjadi sebelum pilpres, dan meskipun pernyataan itu disampaikan dengan nada bercanda, salah satu tamu dalam podcast tersebut ada yang menanggapinya bahwa hal itu serius, bahkan menyebut Kaesang terlalu polos dan kurang berh...

Hakikat Filsafat Pendidikan di Era Digital Menurut Boris V. Markov & Svetlana V. Volkova: Sebuah Penelitian pada tahun 2020


Ilustration; Seorang Bapak Filsafat Pendidikan Memegang Buku. (Sumber foto: pngtree. com).

Secara sederhana, pada dasarnya filsafat pendidikan merupakan sebuah refleksi rasional dan kritis tentang hakikat manusia, pengetahuan, nilai, dan proses belajar. Artinya, dalam hal ini tentu menjadi dasar atau landasan terhadap arah dan tujuan pendidikan. Sementara, dalam era digital, filsafat pendidikan tetap harus memiliki relevansi, dan juga menjadi kompas moral dan intelektual untuk menavigasi kompleksitas teknologi.


Menurut Markov dan Volkova (2020), filsafat pendidikan di era digital harus mengarahkan manusia agar tidak menjadi “pengguna buta teknologi”, tetapi juga tetap memiliki kesadaran etis dan mempunyai kompetensi dalam berpikir reflektif atas setiap tindakan digitalnya. Pasalnya, meskipun sangat banyak dari beberapa aliran dan metode dalam dunia filsafat dan pendidikan, sebenarnya, analisis yang benar-benar mendalam dan sistematis dalam filsafat pendidikan masih jarang dilakukan. Artinya, hal ini menegaskan bahwa pendidikan berbasis teknologi memerlukan fondasi filosofis lebih luas serta mendalam, agar tetap humanistik dan tidak terjebak dalam utilitarianisme semata.


Selain demikian, dalam jurnalnya juga menyatakan bahwa saat ini manusia masih sering kurang teliti dalam memisahkan hal-hal seperti roh dan alam, subjek dan objek, tubuh dan jiwa, manusia dan hewan, sehingga semuanya benar-benar terpisah. Padahal, dalam memahami pendidikan dengan baik, kita juga perlu mencari cara untuk melihat hubungan di antara hal-hal yang berbeda tersebut, bukan hanya menekankan perbedaannya saja. Karena, di era digital saat ini, kita ditantang untuk hidup selaras tidak hanya hanya dengan alam, tetapi juga dengan teknologi. Digitalisasi, memang dapat membantu manusia, sebagaimana dalam menghemat waktu, membuat pekerjaan lebih efisien, dan memberi ruang lebih besar untuk berkreasi. Akan tetapi, kita juga tetap harus menyadari bahwa tidak semua hal bisa dilakukan oleh mesin atau komputer. Dalam aspek pendidikan khususnya, pada zaman digital saat ini juga perlu berubah. Maksudnya, sekolah dan universitas tidak perlu terlalu fokus mengajarkan hal-hal yang bisa dilakukan oleh mesin, namun dapat mengajarkan manusia cara menggunakan teknologi untuk tujuan yang lebih manusiawi, seperti untuk berpikir kritis, beretika, berkreasi, dan memberi makna bagi kehidupan.



Reference: Boris V. Markov & Svetlana V. Volkova. (2020). Philosophy of Education in the Digital Era. Open Journal For Studies In Philosophy, 4(2).


Yuk membaca, agar pengetahuanmu lebih luas dan mendalam. Klik Link https://collshp.com/terpurukid_ untuk mendapatkan berbagai rekomendasi buku menarik.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Isu “Kudeta Politik” Prabowo oleh Gibran Mengemuka: Bermula dari Candaan Kaesang hingga Prediksi Rocky Gerung

ilustrasi. sumber foto: chatgpt.com Isu mengenai kemungkinan Presiden Prabowo Subianto akan “dikudeta” oleh wakil presidennya, yaitu Gibran Rakabuming Raka pada tahun 2029,  muncul ke permukaan pada saat dimana setelah pernyataan Kaesang Pangarep dalam sebuah podcast YouTube, channel miliknya yaitu "Kaesang Pangarep by GK Hebat". Video tersebut viral di media sosial, dimana podcast tersebut saat itu dipandu oleh Kiki dan bintang tamu oleh Bobon Santoso, mulanya percakapan berlangsung santai dan banyak mengundang tawa, akan tetapi dalam podcastnya itu, Kaesang secara tidak sengaja melontarkan kalimat yang seolah-olah menyiratkan bahwa adiknya kelak akan menjadi wakil presiden dan berpotensi “mengambil alih” kekuasaan dari Prabowo. Diketahui, percakapan ini terjadi sebelum pilpres, dan meskipun pernyataan itu disampaikan dengan nada bercanda, salah satu tamu dalam podcast tersebut ada yang menanggapinya bahwa hal itu serius, bahkan menyebut Kaesang terlalu polos dan kurang berh...

Minat Baca di Indonesia: Urgensi Membaca dan Keterkaitannya dengan Mutu Pendidikan

Ilustration; Anak Kecil Membaca Buku di Perpustakaan. (Sumber foto: Pxhere.com ). Minat baca merupakan salah satu indikator penting bagi suatu negara, dalam menentukan kualitas sumber daya manusianya. Bangsa yang gemar membaca, akan memiliki tingkat literasi atau pengetahuan yang tinggi, berpikir kritis, dan mampu beradaptasi dengan perubahan zaman. Namun, berbagai survei menunjukkan bahwa tingkat minat baca masyarakat Indonesia masih tergolong rendah. Kondisi seperti ini menjadi tantangan serius bagi dunia pendidikan nasional yang seharusnya menjadi ruang utama pembentukan karakter dan kecerdasan bangsa (Yoni, E: 2020). Pentingnya Minat Baca Dalam Mendorong Kemajuan Dunia Pendidikan.  Inovasi Pendidikan ,  7 (1). Oleh karena itu, membangun budaya membaca bukan sekadar kegiatan individu, tetapi juga sebuah urgensi nasional dalam meningkatkan mutu bagi pendidikan. Indonesia memiliki Perpustakaan Tertinggi di Dunia, Namun minat baca Masyarakat masih rendah? Pada ajang bergen...

Information