Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Psikologi

Isu “Kudeta Politik” Prabowo oleh Gibran Mengemuka: Bermula dari Candaan Kaesang hingga Prediksi Rocky Gerung

ilustrasi. sumber foto: chatgpt.com Isu mengenai kemungkinan Presiden Prabowo Subianto akan “dikudeta” oleh wakil presidennya, yaitu Gibran Rakabuming Raka pada tahun 2029,  muncul ke permukaan pada saat dimana setelah pernyataan Kaesang Pangarep dalam sebuah podcast YouTube, channel miliknya yaitu "Kaesang Pangarep by GK Hebat". Video tersebut viral di media sosial, dimana podcast tersebut saat itu dipandu oleh Kiki dan bintang tamu oleh Bobon Santoso, mulanya percakapan berlangsung santai dan banyak mengundang tawa, akan tetapi dalam podcastnya itu, Kaesang secara tidak sengaja melontarkan kalimat yang seolah-olah menyiratkan bahwa adiknya kelak akan menjadi wakil presiden dan berpotensi “mengambil alih” kekuasaan dari Prabowo. Diketahui, percakapan ini terjadi sebelum pilpres, dan meskipun pernyataan itu disampaikan dengan nada bercanda, salah satu tamu dalam podcast tersebut ada yang menanggapinya bahwa hal itu serius, bahkan menyebut Kaesang terlalu polos dan kurang berh...

Isu “Kudeta Politik” Prabowo oleh Gibran Mengemuka: Bermula dari Candaan Kaesang hingga Prediksi Rocky Gerung

ilustrasi. sumber foto: chatgpt.com Isu mengenai kemungkinan Presiden Prabowo Subianto akan “dikudeta” oleh wakil presidennya, yaitu Gibran Rakabuming Raka pada tahun 2029,  muncul ke permukaan pada saat dimana setelah pernyataan Kaesang Pangarep dalam sebuah podcast YouTube, channel miliknya yaitu "Kaesang Pangarep by GK Hebat". Video tersebut viral di media sosial, dimana podcast tersebut saat itu dipandu oleh Kiki dan bintang tamu oleh Bobon Santoso, mulanya percakapan berlangsung santai dan banyak mengundang tawa, akan tetapi dalam podcastnya itu, Kaesang secara tidak sengaja melontarkan kalimat yang seolah-olah menyiratkan bahwa adiknya kelak akan menjadi wakil presiden dan berpotensi “mengambil alih” kekuasaan dari Prabowo. Diketahui, percakapan ini terjadi sebelum pilpres, dan meskipun pernyataan itu disampaikan dengan nada bercanda, salah satu tamu dalam podcast tersebut ada yang menanggapinya bahwa hal itu serius, bahkan menyebut Kaesang terlalu polos dan kurang berh...

Haruskah kita Berfilsafat di Tengah Kebisingan Digital?: Sebuah Seni Berpikir di Era Notifikasi

Ilustration. (Sumber foto: Pxhere. com ). Di era digital saat ini, setiap hari kita hidup di tengah arus suara yang begitu tak pernah diam. Dari layar handphone, suara-suara itu berdesakan. Seperti notifikasi pesan, unggahan media sosial, hingga banjir banyaknya opini di kolom komentar dalam berbagai postingan. Dengan demikian, dunia saat ini terasa seperti sebuah pasar besar yang buka 24 jam nonstop, di mana setiap orang  dapat berbicara secara bebas, akan tetapi masih sedikit yang benar-benar berpikir. Sehingga, pernahkah kita merasa lelah dari pagi hingga malam harus menghadapi hal demikian. Oleh karena demikian, di tengah keramaian digital saat ini, muncul satu pertanyaan sederhana, namun perlu kita refleksikan. Yaitu “ Masih perlukah kita berfilsafat di era digital yang berisik ini? ”. Filsafat dengan Kebisingan Digital Umumnya, seringkali filsafat dianggap sebagai ajaran yang rumit, bahkan jauh dari kehidupan nyata sehari-hari. Namun, dalam hal ini filsafat yang sebenar...

Filsafat Stoicism tentang Pentingnya Sosial Support untuk Menghindari Stres

  Ilustration (Sumber foto: Pxhere. com). Di kehidupan modern saat ini, tanpa disadari kita telah hidup bersandingan dengan teknologi. Sehari-hari kebanyakan orang menyibukan dirinya hanya bermain sosial media. Terkadang, pada saat kita berada di bawah banyak tekanan dari berbagai arah, sebagaimana akibat beban kerja, tuntutan sosial, hingga ekspektasi pribadi yang terlalu tinggi. Dan hal ini membuat kebanyakan orang khususnya generasi sekarang cenderung sering menghadapi stres. Terlebih apabila mereka yang hanya mencari solusi, atau mungkin tidak, selalu menaruh dan menyandarkan stres ke sosial media. Mulai dari curhat hingga marah-marah, ataupun hanya berdiam diri dengan tetap scroll hp dan tidak mencari solusi. Dalam persoalan ini, seseorang termakan zaman dan menghilangkan salah satu kunci untuk mereda stres, bahkan menghilangkan, yaitu dengan cara kita bersosial “komunikasi nyata”. Baik dengan teman, keluarga, pasangan, hingga  orang lain. Sementara, kajian filsafat Stoik...

Mengkaji Prinsip dari Seekor Keledai: Sebuah Konsep Mindfulness & Stoikisme dalam Filsafat Kuno

Prinsip Keledai di dunia modern. (Sumber Foto: Pxhere.com ). Dalam kehidupan yang modern dan penuh tuntutan, manusia sering kali terjebak dalam dua posisi ekstrem, yaitu menolak rasa sakit atau menyerah sepenuhnya padanya. Di antara dua kutub itu, muncul sebuah prinsip yang sederhana namun mendalam yaitu " prinsip keledai ", sebuah kemampuan untuk tetap tegar dan bertahan di tengah kesulitan, tanpa mengeluh atau menghindar. Prinsip ini, meskipun terlihat sederhana, memiliki pengaruh yang mendalam dalam dua tradisi besar, yaitu mindfulness dalam psikologi modern (Kabat-Zinn, 1994) dan Stoikisme dalam filsafat kuno. Keledai, seringkali dipandang sebagai salah satu hewan yang membebankan, atau selalu dikenal dengan penuh keterbelakangan. Akan tetapi, justru dari hewan ini menyiratkan terhadap cerminan kebijaksanaan eksistensial yang masih relevan bagi manusia modern saat ini. Kendati demikian, karena sebenarnya keledai jika kita kaji secara lebih jauh, merupakan metafora keh...

Krisis Kesehatan Mental di Indonesia: Tantangan Nyata dan Upaya Membangun Harapan

Ilustration: Mental Health. (Sumber foto: Pxhere.com ). Isu kesehatan mental kini menjadi perhatian serius di Indonesia. Meski kesadaran masyarakat meningkat, tantangan dalam penanganan gangguan mental masih besar, mulai dari kurangnya tenaga profesional hingga kuatnya stigma sosial. Dalam artikelnya Kesehatan Mental di Indonesia: Tantangan, Dampak, dan Solusi Mendesak , Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP), menjelaskan bahwa peningkatan masalah kesehatan mental menjadi isu yang semakin mendesak di tengah tekanan hidup modern. Selain itu, RSPP juga menegaskan bahwa pentingnya edukasi dan dukungan sosial agar masyarakat lebih berani mencari pertolongan profesional tanpa takut stigma. Layanan konseling, pemeriksaan psikologis, dan pendekatan komunitas menjadi bagian penting dari solusi menyeluruh untuk membangun kesejahteraan mental nasional. Anak dan Keluarga, Garis Pertahanan Pertama UNICEF Indonesia , menyoroti terhadap pentingnya keluarga dalam menjaga kesehatan mental anak. Orang...

Apakah Kita Boleh “Berpikir Negatif” dalam Kehidupan Sehari-hari? Sebuah Telaah Filsafat Stoa tentang Premeditatio Malorum

Ilustration; Mindset. (Sumber foto: Pxhere.com ). Di kehidupan modern saat ini, istilah berpikir negatif sering kali terpandang sebagai sesuatu yang salah bahkan harus dihindari. Hampir dari setiap ajaran motivasi, baik dari segi sudut pandang agama, para motivator, buku pengembangan diri, hingga media sosial, justru akan menekankan bahwa kunci kebahagiaan terletak pada berpikir positif. Artinya, kita justru diharuskan untuk berpositif pikir. Kita juga didorong untuk optimis, menolak pikiran buruk, dan selalu berprasangka baik baik terhadap masa depan, maupun terhadap semua hal. Namun, benarkah jika kita sering berpikir negatif selalu dianggap buruk?. Sementara, jika dilihat dari sudut pandang filsafat Stoisisme, aliran bijak yang lahir sejak Yunani Kuno, pandangan ini ternyata tidak sesederhana itu. Bagi kaum Stoik, terkait berpikir negatif, justru memiliki tempat yang penting dalam kehidupan batin manusia. Meski dalam batas tertentu, cara berpikir ini dapat menjadi latihan mental ya...

Kesabaran dalam Penderitaan: Relevansi Stoikisme dan Kisah Viktor Frankl di Kamp Konsentrasi

Ilustration; Foto Viktor Frankl. (Sumber: ChatGPT.com). Selama Perang Dunia II, Austria menjadi salah satu wilayah yang dikuasai Nazi Jerman. Pada masa itu, seorang psikiater bernama Viktor Frankl , yang berasal dari keluarga Yahudi, ditawan bersama keluarganya dan ditempatkan di kamp konsentrasi. Frankl, meskipun berada dalam situasi penindasan dan penderitaan ekstrem, tetap berusaha mengabdikan dirinya dengan memberikan pengajaran dan layanan medis sederhana kepada sesama tahanan. Kehidupan di kamp konsentrasi adalah sebuah penderitaan yang hampir tak pernah terbayangkan. Dimana, Frankl harus menyaksikan kematian ayahnya akibat kelaparan, kemudian ibunya yang dibunuh, disusul oleh saudara laki-lakinya. Penderitaan semakin mendalam ketika istrinya, yang sedang hamil, dipindahkan ke kamp lain dan kemudian dibunuh. Rangkaian kehilangan tersebut meninggalkan luka mendalam bagi Frankl—baik secara fisik karena siksaan, maupun secara psikologis karena trauma yang begitu besar. Namun, di ten...

Information