Langsung ke konten utama

Isu “Kudeta Politik” Prabowo oleh Gibran Mengemuka: Bermula dari Candaan Kaesang hingga Prediksi Rocky Gerung

ilustrasi. sumber foto: chatgpt.com Isu mengenai kemungkinan Presiden Prabowo Subianto akan “dikudeta” oleh wakil presidennya, yaitu Gibran Rakabuming Raka pada tahun 2029,  muncul ke permukaan pada saat dimana setelah pernyataan Kaesang Pangarep dalam sebuah podcast YouTube, channel miliknya yaitu "Kaesang Pangarep by GK Hebat". Video tersebut viral di media sosial, dimana podcast tersebut saat itu dipandu oleh Kiki dan bintang tamu oleh Bobon Santoso, mulanya percakapan berlangsung santai dan banyak mengundang tawa, akan tetapi dalam podcastnya itu, Kaesang secara tidak sengaja melontarkan kalimat yang seolah-olah menyiratkan bahwa adiknya kelak akan menjadi wakil presiden dan berpotensi “mengambil alih” kekuasaan dari Prabowo. Diketahui, percakapan ini terjadi sebelum pilpres, dan meskipun pernyataan itu disampaikan dengan nada bercanda, salah satu tamu dalam podcast tersebut ada yang menanggapinya bahwa hal itu serius, bahkan menyebut Kaesang terlalu polos dan kurang berh...

Hukum Tidur Setelah Waktu Ashar Menurut Islam


Ilustration: Jam Tidur. (Sumber foto: pxhere.com).

Tidur merupakan salah satu kebutuhan dasar bagi manusia. Dengan tidur yang cukup, teratur dan berkualitas, tubuh dapat beristirahat serta memulihkan energi setelah melakukan berbagai aktivitas. Dalam Islam, tidur tidak hanya dianggap sebagai kebutuhan biologis, tetapi juga bagian dari sunnatullah (anjuran) tanda kekuasaan Allah atas makhluk-Nya, sebagaimana yang telah termaktub dalam Q.S Ar-Rum (30): 23.


“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah tidurmu di waktu malam dan siang hari, dan usahamu mencari sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mendengarkan".


Namun, meski Islam tidak melarang tidur, pernahkan anda tahu sebelumnya jika ternyata tidur terdapat waktu-waktu tertentu yang disunnahkan dan juga waktu yang sebaiknya dihindari untuk tidur, salah satunya yaitu selain tidur Hailulah (setelah waktu subuh), adalah tidur setelah waktu Ashar.


Tidur Setelah Ashar dalam Perspektif Hadis

Dari banyaknya riwayat, tidur setelah waktu Ashar dikaitkan dengan risiko menurunnya daya ingat atau gangguan pikiran. Salah satu hadis yang sering dijadikan dasar adalah:

“Barang siapa tidur setelah waktu Ashar, lalu hilang akalnya, maka janganlah ia menyalahkan kecuali dirinya sendiri”. (HR. Ad-Dailami dalam Musnad al-Firdaus, no. 1396).

Hadis ini oleh sebagian ulama, meskipun dikategorikan sebagai hadis dhaif (lemah), namun dapat digunakan dalam konteks fadha’ilul a’mal (keutamaan amal), yaitu anjuran dalam hal adab dan etika hidup. Maknanya bukan larangan keras (haram), melainkan peringatan agar umat Islam menghindari tidur di waktu yang dapat berdampak buruk pada tubuh atau konsentrasi.

Sementara, menurut Imam al-Ghazali dalam Ihya’ Ulumuddin menjelaskan bahwa tidur yang baik adalah pada waktu malam setelah shalat Isya dan di tengah siang (qailulah) sebelum Zuhur. Sementara itu, tidur setelah Ashar dianggap bisa menyebabkan kelelahan pada otak dan melemahkan semangat beribadah (Al-Ghazali, Ihya’ Ulumuddin, Jilid 3, hlm. 123).


Lalu, bagaimana menurut Pandangan Ulama dan Penjelasan Logisnya?

Beberapa ulama tafsir dan ahli hadis seperti Ibn Qayyim al-Jauziyyah, juga menyikapi tentang bahaya tidur pada waktu sore menjelang malam. Sebagaimana dalam kitab Zad al-Ma’ad (Jilid 4, hlm. 222), beliau menyebutkan:

“Tidur setelah Ashar dapat menimbulkan kemalasan dan kelemahan tubuh. Bahkan sebagian orang mengeluh sulit tidur di malam hari setelah melakukannya”.

Dari sisi medis modern, waktu sore menjelang malam merupakan fase tubuh sedang mempersiapkan metabolisme untuk waktu istirahat malam. Tidur pada waktu ini dapat mengganggu ritme sirkadian, menyebabkan kepala pusing, sulit tidur di malam hari, dan bahkan menurunkan daya konsentrasi setelah bangun.

Dengan demikian, larangan tidur setelah Ashar bukan semata-mata dogma agama, melainkan bentuk hikmah dan penjagaan terhadap kesehatan jasmani serta keseimbangan aktivitas manusia.


Selanjutnya, seperti apa Adab Tidur Menurut Islam?

Islam mengajarkan, adab tidur yang lengkap dan penuh hikmah, sebagaimana yang telah disampaikan Rasulullah , dalam sabdanya:

“Apabila salah seorang dari kalian hendak tidur, maka hendaklah ia berwudhu sebagaimana wudhu untuk salat, kemudian berbaring di sisi kanan”. (HR. Bukhari dan Muslim).

Selain waktu yang tepat, niat dalam tidur juga penting, yaitu agar menjadikan tidur sebagai ibadah, dan menjadikan sebagai bentuk syukur dan persiapan untuk beramal lebih baik setelah bangun. Oleh karena itu, menjaga waktu tidur dan menghindari tidur setelah Ashar termasuk bagian dari adab Islami yang mencerminkan kedisiplinan dan kebijaksanaan seorang Muslim.

Disisi lain, terdapat temuan dari penelitian yang membahas terkait tidur tidur siang dengan durasi sedang atau “moderate nap”, justru dapat memberikan manfaat kognitif yang signifikan, terutama bagi individu yang memiliki durasi tidur malam kurang optimal. Artinya, penelitian ini mendukung untuk anjuran tidur siang karena tidur siang moderat terbukti mampu melindungi fungsi memori episodik. Yaitu kemampuan seseorang untuk mengingat pengalaman pribadi atau kejadian masa lalu, serta memperlambat penurunan daya ingat seiring bertambahnya usia. (Zhu, Y., Zhang, J., Zhao, Y., & Wang, L. 2022). Moderate Napping Protects Episodic Memory in Older Adults: Evidence from the China Health and Retirement Longitudinal Study (CHARLS). Frontiers in Public Health, Vol. 10, Article 911498, hlm. 5–7.


Kesimpulan

Secara umum, tidur setelah waktu Ashar tidak termasuk perbuatan haram, tetapi makruh dan sebaiknya dihindari karena berpotensi membawa dampak negatif bagi kesehatan fisik dan mental. Islam sebagai agama yang penuh hikmah menuntun umatnya untuk menjaga keseimbangan antara aktivitas dan istirahat sesuai fitrah manusia.

Meneladani Rasulullah yang tidur pada waktu yang tepat, serta menjaga rutinitas siang dan malam, merupakan bentuk penerapan sunnah dalam kehidupan sehari-hari. Sebagaimana firman Allah SWT:

“Sungguh, pada (diri) Rasulullah itu terdapat suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap rahmat Allah dan (kedatangan) hari Kiamat serta banyak mengingat Allah”. (QS. Al-Ahzab [33]: 21).

Berdasarkan temuan penelitian, bahwa sebaiknya tidur di waktu setelah ashar benar untuk dihindari. Karena mengingat penelitian menyatakan bahwa tidur siang banyak memberikan manfaat daripada tidur sore hari.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Isu “Kudeta Politik” Prabowo oleh Gibran Mengemuka: Bermula dari Candaan Kaesang hingga Prediksi Rocky Gerung

ilustrasi. sumber foto: chatgpt.com Isu mengenai kemungkinan Presiden Prabowo Subianto akan “dikudeta” oleh wakil presidennya, yaitu Gibran Rakabuming Raka pada tahun 2029,  muncul ke permukaan pada saat dimana setelah pernyataan Kaesang Pangarep dalam sebuah podcast YouTube, channel miliknya yaitu "Kaesang Pangarep by GK Hebat". Video tersebut viral di media sosial, dimana podcast tersebut saat itu dipandu oleh Kiki dan bintang tamu oleh Bobon Santoso, mulanya percakapan berlangsung santai dan banyak mengundang tawa, akan tetapi dalam podcastnya itu, Kaesang secara tidak sengaja melontarkan kalimat yang seolah-olah menyiratkan bahwa adiknya kelak akan menjadi wakil presiden dan berpotensi “mengambil alih” kekuasaan dari Prabowo. Diketahui, percakapan ini terjadi sebelum pilpres, dan meskipun pernyataan itu disampaikan dengan nada bercanda, salah satu tamu dalam podcast tersebut ada yang menanggapinya bahwa hal itu serius, bahkan menyebut Kaesang terlalu polos dan kurang berh...

Hakikat Filsafat Pendidikan di Era Digital Menurut Boris V. Markov & Svetlana V. Volkova: Sebuah Penelitian pada tahun 2020

Ilustration; Seorang Bapak Filsafat Pendidikan Memegang Buku. (Sumber foto: pngtree. com ). Secara sederhana, pada dasarnya  filsafat pendidikan merupakan sebuah refleksi rasional dan kritis tentang hakikat manusia, pengetahuan, nilai, dan proses belajar. Artinya, dalam hal ini tentu menjadi dasar atau landasan terhadap arah dan tujuan pendidikan. Sementara, dalam era digital, filsafat pendidikan tetap harus memiliki relevansi, dan juga menjadi kompas moral dan intelektual untuk menavigasi kompleksitas teknologi. Menurut Markov dan Volkova (2020), filsafat pendidikan di era digital harus mengarahkan manusia agar tidak menjadi “ pengguna buta teknologi ”, tetapi juga tetap memiliki kesadaran etis dan mempunyai kompetensi dalam berpikir reflektif atas setiap tindakan digitalnya. Pasalnya, meskipun sangat banyak dari beberapa aliran dan metode dalam dunia filsafat dan pendidikan, sebenarnya, analisis yang benar-benar mendalam dan sistematis dalam filsafat pendidikan masih jarang dil...

Minat Baca di Indonesia: Urgensi Membaca dan Keterkaitannya dengan Mutu Pendidikan

Ilustration; Anak Kecil Membaca Buku di Perpustakaan. (Sumber foto: Pxhere.com ). Minat baca merupakan salah satu indikator penting bagi suatu negara, dalam menentukan kualitas sumber daya manusianya. Bangsa yang gemar membaca, akan memiliki tingkat literasi atau pengetahuan yang tinggi, berpikir kritis, dan mampu beradaptasi dengan perubahan zaman. Namun, berbagai survei menunjukkan bahwa tingkat minat baca masyarakat Indonesia masih tergolong rendah. Kondisi seperti ini menjadi tantangan serius bagi dunia pendidikan nasional yang seharusnya menjadi ruang utama pembentukan karakter dan kecerdasan bangsa (Yoni, E: 2020). Pentingnya Minat Baca Dalam Mendorong Kemajuan Dunia Pendidikan.  Inovasi Pendidikan ,  7 (1). Oleh karena itu, membangun budaya membaca bukan sekadar kegiatan individu, tetapi juga sebuah urgensi nasional dalam meningkatkan mutu bagi pendidikan. Indonesia memiliki Perpustakaan Tertinggi di Dunia, Namun minat baca Masyarakat masih rendah? Pada ajang bergen...

Information