Langsung ke konten utama

Postingan

Isu “Kudeta Politik” Prabowo oleh Gibran Mengemuka: Bermula dari Candaan Kaesang hingga Prediksi Rocky Gerung

ilustrasi. sumber foto: chatgpt.com Isu mengenai kemungkinan Presiden Prabowo Subianto akan “dikudeta” oleh wakil presidennya, yaitu Gibran Rakabuming Raka pada tahun 2029,  muncul ke permukaan pada saat dimana setelah pernyataan Kaesang Pangarep dalam sebuah podcast YouTube, channel miliknya yaitu "Kaesang Pangarep by GK Hebat". Video tersebut viral di media sosial, dimana podcast tersebut saat itu dipandu oleh Kiki dan bintang tamu oleh Bobon Santoso, mulanya percakapan berlangsung santai dan banyak mengundang tawa, akan tetapi dalam podcastnya itu, Kaesang secara tidak sengaja melontarkan kalimat yang seolah-olah menyiratkan bahwa adiknya kelak akan menjadi wakil presiden dan berpotensi “mengambil alih” kekuasaan dari Prabowo. Diketahui, percakapan ini terjadi sebelum pilpres, dan meskipun pernyataan itu disampaikan dengan nada bercanda, salah satu tamu dalam podcast tersebut ada yang menanggapinya bahwa hal itu serius, bahkan menyebut Kaesang terlalu polos dan kurang berh...

Apakah Kita Boleh “Berpikir Negatif” dalam Kehidupan Sehari-hari? Sebuah Telaah Filsafat Stoa tentang Premeditatio Malorum

Ilustration; Mindset. (Sumber foto: Pxhere.com ). Di kehidupan modern saat ini, istilah berpikir negatif sering kali terpandang sebagai sesuatu yang salah bahkan harus dihindari. Hampir dari setiap ajaran motivasi, baik dari segi sudut pandang agama, para motivator, buku pengembangan diri, hingga media sosial, justru akan menekankan bahwa kunci kebahagiaan terletak pada berpikir positif. Artinya, kita justru diharuskan untuk berpositif pikir. Kita juga didorong untuk optimis, menolak pikiran buruk, dan selalu berprasangka baik baik terhadap masa depan, maupun terhadap semua hal. Namun, benarkah jika kita sering berpikir negatif selalu dianggap buruk?. Sementara, jika dilihat dari sudut pandang filsafat Stoisisme, aliran bijak yang lahir sejak Yunani Kuno, pandangan ini ternyata tidak sesederhana itu. Bagi kaum Stoik, terkait berpikir negatif, justru memiliki tempat yang penting dalam kehidupan batin manusia. Meski dalam batas tertentu, cara berpikir ini dapat menjadi latihan mental ya...

Kesabaran dalam Penderitaan: Relevansi Stoikisme dan Kisah Viktor Frankl di Kamp Konsentrasi

Ilustration; Foto Viktor Frankl. (Sumber: ChatGPT.com). Selama Perang Dunia II, Austria menjadi salah satu wilayah yang dikuasai Nazi Jerman. Pada masa itu, seorang psikiater bernama Viktor Frankl , yang berasal dari keluarga Yahudi, ditawan bersama keluarganya dan ditempatkan di kamp konsentrasi. Frankl, meskipun berada dalam situasi penindasan dan penderitaan ekstrem, tetap berusaha mengabdikan dirinya dengan memberikan pengajaran dan layanan medis sederhana kepada sesama tahanan. Kehidupan di kamp konsentrasi adalah sebuah penderitaan yang hampir tak pernah terbayangkan. Dimana, Frankl harus menyaksikan kematian ayahnya akibat kelaparan, kemudian ibunya yang dibunuh, disusul oleh saudara laki-lakinya. Penderitaan semakin mendalam ketika istrinya, yang sedang hamil, dipindahkan ke kamp lain dan kemudian dibunuh. Rangkaian kehilangan tersebut meninggalkan luka mendalam bagi Frankl—baik secara fisik karena siksaan, maupun secara psikologis karena trauma yang begitu besar. Namun, di ten...

Information